Rabu, 15 Juli 2026 – MI Madarijut Thalibin melaksanakan rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Madrasah untuk Peserta Didik Baru (MATAMUDA) hari ketiga dengan mengangkat tema “Sekolahku Rumahku, Semua Teman adalah Saudaraku”. Kegiatan ini diisi oleh Kak Inar dan Mentari melalui penyampaian dongeng edukatif yang dipadukan dengan sosialisasi pencegahan bullying sebagai upaya menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik sejak dini.

Mengusung konsep pembelajaran yang komunikatif dan interaktif, Kak Inar dan Mentari menyampaikan berbagai pesan moral melalui cerita yang sarat akan nilai-nilai kebaikan. Peserta didik diajak memahami bahwa madrasah merupakan rumah kedua yang harus dijaga bersama, sedangkan seluruh teman merupakan saudara yang perlu dihormati, disayangi, dan diperlakukan dengan baik tanpa membeda-bedakan.
Selain menyampaikan dongeng edukatif, narasumber juga memberikan sosialisasi mengenai pencegahan bullying. Dalam kegiatan tersebut dijelaskan berbagai bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun sosial, beserta dampak negatif yang dapat ditimbulkan terhadap korban maupun pelaku. Peserta didik juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menumbuhkan sikap empati, saling menghargai, menjaga tutur kata, serta berani melaporkan kepada guru apabila mengetahui atau mengalami tindakan yang mengarah pada perundungan.

Penyampaian materi yang dikemas secara menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar membuat suasana kegiatan berlangsung aktif dan menyenangkan. Peserta didik tampak antusias mengikuti setiap sesi, berpartisipasi dalam berbagai aktivitas, serta menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh narasumber dengan penuh semangat.
Melalui kegiatan ini, MI Madarijut Thalibin menegaskan komitmennya dalam mewujudkan madrasah yang ramah anak dan bebas dari segala bentuk perundungan. Penanaman budaya “stop bullying” sejak masa pengenalan lingkungan madrasah diharapkan mampu membentuk peserta didik yang berakhlakul karimah, memiliki kepedulian terhadap sesama, menghormati setiap perbedaan. Dengan demikian, lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan kondusif dapat terwujud sebagai fondasi bagi tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
